Naiknya BBM Berdampak Ke Masyarakat Luas, Bagaimana Dampaknya Terhadap Mahasiswa

 Surabaya – Pemerintah resmi menaikkan harga BBM pada hari Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30. Kenaikan ini memicu berbagai reaksi masyarakat, mulai dari demonstrasi, membandingkan harga BBM di Indonesia dengan di negara lain, serta mengevaluasi kebijakan pemerintah.

Isu ini juga cukup krusial di kalangan para mahasiswa kenaikan BBM seringkali terdengar akhir-akhir ini, yang membawa kepanikan di masyarakat. Isu ini berdampak ke masyarakat luas tidak terkecuali kepada mahasiswa, lantas bagaimana pengaruh isu kenaikan BBM bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Tanggapan mahasiswa beragam, banyak dari mahasiswa yang mengkritisi langkah pemerintah dan menolak kenaikan harga BBM. Namun beberapa diantaranya setuju dengan kenaikan harga BBM karena jika dibandingkan dengan negara lain, harga BBM di Indonesia masih tergolong murah. “Saya merasa keberatan dengan harga BBM yang naik, tapi mau gamau. Karena bukan hanya Indonesia yang menaikkan harga bbm” ucap Fidello salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri. 

Jika dibandingkan negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia, Vietnam dan yang lainnya. Berikut data perbandingan harga BBM berdasarkan data yang dihimpun dari Global Petrol Price, per 31 Agustus 2022 :

• Malaysia: Rp 6.784 per liter,

• Indonesia: Rp 14.500 per liter (harga per 3 September),

• Vietnam: Rp 15.990 per liter,

• Thailand: Rp 18.692 per liter,

• Filipina: Rp 19.226 per liter,

• Laos: Rp 25.328 per liter,

• Singapura: Rp 29.100 per liter.

Berdasarkan data tersebut Indonesia masih dalam posisi aman untuk harga BBM, harga termurah terdapat di Malaysia dengan harga Rp 6.784 per liter. Sementara itu harga BBM termahal jatuh pada negara Singapura dengan harga Rp 29.100 per liter.

Mahasiswa lain berpendapat bahwa kenaikan harga BBM sangat berdampak bukan hanya ke masyarakat luas anmun juga mahasiswa. “Tentu saja kenaikan harga bbmi ni mempersulit setiap lapisan masyarakat terutama lapisan masyarakat bawah apalagi kaum buruh, meskipun dari tahun ke tahun sudah seringkali terjadi kenaikan bbm tapi rasanya tetap saja itu mempersulit dan mencekik banyak masyarakat. Apalagi BBM ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Dan begitu banyak masyarakat yang tedampak seperti pengguna kendaraan pribadi, motor dan mobil termasuk saya” ucap Abi.

Kondisi ini juga sedikit memberatkan untuk mahasiswa yang merantau jauh dari kota asal mereka. Karena selain kenaikan harga BBM, harga barang kebutuhan lainnya juga ikut niak. Dari mahasiswa yang mengendarai kendaraan pribadi maupun yang menggunakan jasa ojek online menerima dampak dari kenaikan harga BBM.

 Perubahan selisih tarif ojek online cukup besar sehingga menyulitkan kondisi uang para mahasiswa “Biasanya untuk jarak terdekat 10.000 menjadi 14.000. Dulu dari kampus 21.000 sekarang jadi 27.000.” ucap Fauza yang biasanya berangkat menggunakan ojek online ke kampus.

Untuk mensiasati keadaan ini, para mahasiswa berusaha berhemat dengan cara mereka masing-masing. “Untuk mengelola uang, saya membagi uang menjadi 3 bagian untuk pokok, keinginan, dan pribadi. Saya mengurangi bagian keinginan dan mengalokasikannya untuk kebutuhan pokok karena harga bbm yang naik. Lalu juga menambah pendapapatan pribadi” ucap Rizki salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang membawa kendaraan pribadi untuk pergi ke kampus. 

Cara lain untuk tetap berhemat adalah dengan menaiki transportasi umum yang cukup terjangkau seperti yang diucap Fidello, “Ada beberapa opsi lain juga seperti naik angkutan umum.”




Komentar

Postingan Populer