Para Driver Ojek Online Melakukan Aksi Unjuk Rasa Dengan Tuntutan Kesejahteraan

Driver ojek online se- Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa pada 24/08/2022 di kantor aplikasi ojek online dan DPRD Jawa Timur. Aksi ini diikuti oleh ribuan driver dari berbagai jenis aplikator, yang tepatnya digelar di Surabaya dan menyebabkan kemacetan di beberapa daerah yang akan dilewati para driver ojek online tersebut. Aksi ini berfokus dengan tuntutan penyamarataan tarif tiap aplikator dan kesejahteraan para driver ojek online. Mereka melakukan aksi tersebut agar pemerintah dapat menindak lanjuti permasalahan yang dihadapi oleh driver ojek online saat ini. Para driver merasa dirugikan karena aturan yang tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Kami melakukan demo pada hari Rabu kemarin adalah sebagai bentuk penyuaraan apa yang dirasakan oleh saya maupun rekan-rekan saya sesama driver ojek online. Kami menuntut penyamarataan tarif pada semua aplikator, entah itu yang sudah lama maupun yang baru. Misalnya tarif jarak terdekat adalah Rp. 10.000, maka semua aplikasi juga demikian. Tetapi kenyataannya, dengan adanya aplikator baru tarifnya berbeda dan bahkan dibawah tarif tersebut. Selain itu, tarif ojek online juga naik, yang mana menyebabkan banyak pengguna merasa tarif tersebut mahal. Akibatnya rating yang kita peroleh juga menjadi imbas dari hal tersebut.” Ucap Bapak Rohman selaku narasumber, Selasa 30/08/2022.

“Maka dari itu, kami merasa kesejahteraan para driver itu kurang. Pasalnya juga ongkos yang kami terima itu tidak murni seperti yang ada di aplikasi, namun masih ada potongan dari pihak kantor. Apalagi sekarang isunya tarif BBM akan naik, jadi kita sebagai ojek online merasa resah dengan kondisi saat ini. Kondisi ini dapat mengakibatkan kita kehilangan pekerjaan, dan itu juga berakibat pada kondisi ekonomi kami para driver ojek online.” Lanjut beliau.

Hal ini tidak hanya dirasakan oleh para driver ojek online, tetapi juga masyarakat yang menggunakan jasa mereka. Dengan adanya aksi unjuk rasa ini, mereka berharap ada titik temu, dan pemerintah juga dapat membantu nasib para driver agar lebih sejahtera dari sebelumnya.


Komentar

Postingan Populer